Click Here to Advertise on My Blog
Feeling, Writing and Sharing...
It's a Life's Journal besides just a Blog
it's just the beginning.. But Enjoy! ^_^

Sejarah Manusia dengan Diet Golongan Darah

Jumat, 03 Agustus 2012




Manusia memiliki golongan darah berbeda satu sama lain. Tentu perbedaan golongan darah ini menyebabkan perbedaan kondisi medis masing-masing. Begitupun reaksi kimia tubuh terhadap asupan makanan yang diterima pun berbeda antara pemilik golongan darah A,B,AB ataupun O


Golongan Darah O 
Golongan darah O dipercaya sebagai yang tertua dalam konteks evolusi - tampak dari keberadaan manusia Cro-Magnon sekitar 40,000 tahun Sebelum Masehi. Semua orang dipercayai bergolongan darah O; mereka mempunyai diet yang sama yaitu daging merah dari binatang yang diburu; mereka bernafas dalam lingkungan organisme yang sama. Ketika jumlah manusia mula-mula yang merupakan mata rantai teratas atas makanan mencapai puncaknya, terjadilah migrasi, perpindahan ras manusia ke bagian bumi yang lain. Perpindahan mereka ke pelosok planet menjadikan golongan darah O sebagai golongan darah terbanyak bahkan sampai hari ini di muka bumi. Karena nenek moyang orang dengan golongan darah O berlatarbelakang sebagai pemburu, maka diet golongan darah O lebih beradaptasi dengan diet berbasis daging merah, diet rendah karbohidrat dengan sedikit biji-bijian dan tanpa gandum.

Golongan Darah A
Golongan darah A berusia lebih muda secara evolusi. Golongan darah A dijumpai di suatu wilayah di Asia atau Timur Tengah antara 25.000 sampai 15.000 Sebelum Masehi.Golongan darah A muncul sejalan dengan perpindahan manusia mula-mula sebagai dampak dari kompetisi perburuan makanan. Golongan darah A ada ketika manusia pertama beradaptasi pola makan dari karnivora atau pemakan daging menjadi omnivora atau pemakan segala, termasuk bijian-bijian, kacang-kacangan, akar-akaran, dan binatang-binatang kecil. Kegiatan bercocok-tanam dilakukan, begitu juga dengan berternak binatang. Demikianlah muncul istilah orang golongan darah A adalah cultivators (pengusaha pertanian). Dengan demikian diet golongan darah A mengikuti dasar pola diet vegetarian, diet tinggi karbohidrat, dan diet rendah lemak.

Golongan Darah B
Golongan darah B berkembang pada suatu masa antara 15.000 sampai 10,000 Sebelum Masehi di daerah dataran tinggi pegunungan Himalaya (sekarang adalah bagian wilayah Pakistan dan India). Disebabkan oleh peralihan iklim dari savanah yang panas di Afrika bagian Timur ke dataran tinggi Himalaya yang dingin, orang dengan golongan darah B mungkin mengalami mutasi. “Nomaden” adalah gambaran yang tepat untuk orang bergolongan darah B. Dibawa oleh bangsa Mongolia ke dataran rendah di Asia Tenggara, orang dengan golongan darah B banyak dijumpai pada populasi Bangsa Yahudi yang diwajibkan mengikuti pola diet Kashruth (Kosher); yang mempunyai cukup banyak persamaan dengan diet umat Islam (Halal). Bukanlah suatu hal yang kebetulan bila dalam hukum diet bangsa Yahudi yang bergolongan darah O, mereka harus mengkonsumsi diet seimbang dengan beberapa pembatasan akan makanan yang dapat bertindak sebagai racun dalam tubuh mereka. Orang bergolongan darah B dianjurkan mengikuti pola diet seimbang dengan variasi sayuran, buah-buahan, produk dairy (susu dan telor), biji-bijian dan daging.
Golongan Darah AB
Golongan darah AB mempunyai usia yang paling muda dan merupakan hasil dari pernikahan orang bergolongan darah A dan B. Penelitian membuktikan bahwa orang bergolongan darah AB belum dijumpai sampai 10 sampai 12 abad yang lalu. Golongan darah AB merupakan gabungan antara pernikahan suku bangsa Kaukasia (kelompok Eropa) dengan suku bangsa Mongolia. Belum ada bukti bahwa orang bergolongan darah AB pada 900 – 1000 tahun yang lalu ketika sekelompok besar migrasi dari Barat ke Timur. Orang dengan golongan darah AB hampir tidak ditemukan di kuburan di Eropa sebelum tahun 900. Golongan darah AB adalah penyatuan dua jenis golongan darah yaitu A dan B, maka orang bergolongan darah AB mewarisi toleransi pada kedua jenis golongan darah. Dengan kata lain, orang bergolongan darah AB hanya mempunyai sedikit larangan dalam diet makanan mereka. Jadi orang bergolongan darah AB mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menoleransi beragam jenis makanan dalam diet makan mereka.


Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/diet-and-exercise/2307515-sejarah-manusia-dengan-diet-golongan/#ixzz22Nvkbnrs

1 komentar:

  1. Alat Kesehatan mengatakan...:

    Terimakasih atas Infonya buat nambah wawasan nih

Posting Komentar

Komentar Anda

Ada kesalahan di dalam gadget ini